Cara bikin akun profil gravatar – Kalau kalian pingin kelihatan eksis di dunia online, maksudnya nama atau profil kamu bisa ada di mana aja di dunia online ini, kamu harus punya profil di website-website yang menawarkan pembuatan akun profil.
Salah satu contoh adalah Gravatar ini. Di website ini kamu bisa bikin profil yang ada foto selfie kebanggaan kamu dan juga semua akun media sosial yang kamu punya.
Selain akun media sosial kamu juga bisa pasang link website yang kamu punya sebagai backlink. Ini bagus banget lho buat SEO yang bisa ningkatin peringkat website kamu di mesin pencari.
Terus Gimana Cara Bikin Akun Gravatar
Cara bikin di Gravatar itu gampang banget. Kamu kunjungi aja gravatar.com, terus tinggal ikutin aja perintah-perintahnya. Yang dibutuhin cuma email aja kok.
Nanti kamu klik tombol “Mulai Sekarang” yang ada di pojok kanan atas yang warna biru itu. Setelah kamu klik tombol itu nanti kamu akan diarahkan ke halaman ini:
TInggal kamu masukkin aja email yang mau kamu pake di gravatar ini. Habis itu klik tombol “Continue”. Nanti kamu diminta untuk cek email yang ada kode verifikasinya. Ini gunanya buat verifikasi apakah email yang kamu masukkan tadi benar.
Tinggal masukkin aja kode yang ada di email kamu kalo emang beneran masuk. Kalo belum ada mungkin masuk ke “spam” atau kamu salah ketik email. kalau berhasil kamu akan sampai di halaman berikut:
Isi aja sesuka kamu, mau isi nama alias gak apa-apa juga, mau nama asli juga boleh, monggo aja. Dilakukan nanti juga masih aman.
Sampai sini kamu bisa upload foto selfi atau logo kamu.
Di sini kalau kamu mau jadiin akun gravatar kamu ini semacam website yang pake domain juga bisa dilakukan di step ini, mau di-skip juga gak apa-apa.
Welcome, selamat! Kamu sudah punya akun di gravatar.com. Silahkan kamu bisa eksplor sendiri menu-menu yang ada di halaman ini yang ada di kolom sebelah kiri.
Format angka di ACF – Saya sempat kesulitan untuk membuat format angka seperti misalnya untuk penulisan harga dari yang tadinya “Rp. 30500000” menjadi seperti: “Rp. 30,500,00”.
Berikut ini script yang bisa digunakan. Sebelumnya ada plugin yang harus kita instal terlebih dahulu buat masukkin skrip ini. Plugin yang bisa dipake adalah: FluentSnippets yang bisa di-download di plugin directory-nya wordpress.
Supaya bisa jalan kita harus mengganti “ACF_FIELD_NAME” dengan field kita sendiri yang mau diformat angkanya.
Nanti bisa dicoba sendiri, karena ada 2 format: dengan angka desimal dan tanpa angka desimal.
Selamat praktek!
// Return ACF Number Fields Formatted with Commas on the Frontend
add_filter('acf/format_value/name=ACF_FIELD_NAME', 'acf_number_comma', 20, 3);
add_filter('acf/format_value/name=ANOTHER_ACF_FIELD_NAME', 'acf_number_comma_decimal', 20, 3);
// Without Decimal
function acf_number_comma($value, $post_id, $field) {
$value = number_format(floatval($value));
return $value;
}
// With Decimal
function acf_number_comma_decimal($value, $post_id, $field) {
$value = number_format(floatval($value), 2);
return $value;
}
// Use to convert all number fields
// add_filter('acf/format_value/type=number', 'acf_number_comma', 30, 3);
Migrasi DNS – Kali ini kita bakal bahas tuntas tentang apa saja yang perlu dilakukan ketika kita memindahkan hosting, khususnya mengenai pergantian IP dan nameserver. Saya akan menjelaskan langkah demi langkah dengan gaya yang santai namun informatif, jadi simak terus ya!
1. Mengganti IP di Record DNS
Saat kamu pindah ke hosting baru, salah satu langkah pertama adalah memastikan semua record DNS tipe A mengarah ke IP server baru. Misalnya, jika sebelumnya domain utama kamu, misalnya myexampledomain.com, diarahkan ke IP lama 192.0.2.10, dan kini hosting baru kamu menggunakan IP 192.0.2.50, maka perlu dilakukan penggantian ke IP baru pada semua record A yang mengacu ke IP lama.
Langkah-langkahnya:
Identifikasi record-record yang perlu diubah.
Contohnya, selain myexampledomain.com, subdomain seperti:
ftp.myexampledomain.com
webdisk.myexampledomain.com
whm.myexampledomain.com
webmail.myexampledomain.com
cpanel.myexampledomain.com Semua record tersebut harus di-update.
Proses Penggantian:
Masuk ke cPanel atau panel DNS manajemen kamu.
Cari dan klik tombol Edit pada masing-masing record yang masih menggunakan IP lama 192.0.2.10.
Ganti IP tersebut dengan IP baru 192.0.2.50.
Simpan perubahan dan tunggu waktu propagasi (biasanya 1-24 jam).
Perhatian Khusus pada SPF Record:
Jika kamu memiliki TXT record untuk SPF yang memuat IP lama, seperti ini:
v=spf1 +a +mx +ip4:192.0.2.10 ~all
pastikan juga mengubah IP di bagian tersebut agar validitas pengiriman email tetap terjaga.
Subdomain dan Pengaturan Khusus
Seringkali, selain domain utama, terdapat subdomain tambahan yang juga harus dipindahkan ke hosting baru. Misalnya, kamu memiliki subdomain khusus seperti:
shop.myexampledomain.com
blog.myexampledomain.com
Jika subdomain ini ikut dipindah ke hosting baru, maka kamu juga harus mengubah record A-nya dari IP lama ke IP baru. Namun, jika kamu memutuskan untuk mempertahankan subdomain tersebut di server lama, maka biarkan saja IP-nya seperti semula.
Pertanyaan yang sering muncul adalah: selain mengganti IP, apakah nameserver juga perlu diganti?
Situasi yang Memerlukan Pergantian Nameserver:
Memindahkan Pengelolaan DNS:
Jika hosting baru kamu menyediakan layanan DNS dan menyarankan untuk menggunakan nameserver mereka, maka kamu perlu mengubah nameserver domain kamu. Misalnya, jika sebelumnya nameserver-nya adalah ns1.lamadns.com dan ns2.lamadns.com, dan hosting baru kamu memberi nameserver seperti ns1.hostbaru.com dan ns2.hostbaru.com, maka lakukan pergantian tersebut melalui panel pengaturan domain di registrar.
Situasi yang Tidak Perlu Pergantian Nameserver:
Menggunakan Layanan DNS Pihak Ketiga:
Jika kamu sudah menggunakan layanan DNS dari pihak ketiga (misalnya Cloudflare atau layanan dari registrar) dan kamu masih bisa mengatur record A, maka cukup dengan mengubah IP-nya saja. Tidak perlu mengganti nameserver, karena pengelolaan DNSnya tetap berjalan melalui pihak yang sama.
Cara Mengecek Nameserver
Masuk ke panel pengaturan domain di tempat kamu mendaftarkan domain (seperti Niagahoster, Rumahweb, Domainesia, dsb) dan periksa bagian Nameserver. Jika masih menunjukkan nameserver lama, dan kamu telah memutuskan untuk mengelola DNS melalui hosting baru, baru lakukan update sesuai instruksi dari penyedia hosting baru.
Kesimpulan
Proses migrasi ke hosting baru memang membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam:
Mengganti IP di semua record A: Pastikan domain utama dan subdomain mengarah ke IP baru (misalnya dari 192.0.2.10 ke 192.0.2.50).
Mengganti Nameserver: Hanya perlu jika kamu juga ingin memindahkan pengelolaan DNS ke penyedia hosting baru. Jika tidak, cukup update IP-nya saja.
Dengan mengikuti panduan di atas, kamu akan membantu memastikan bahwa semua layanan, mulai dari website, email, hingga akses panel kontrol, berfungsi dengan baik di server baru tanpa gangguan.
Semoga panduan ini bermanfaat dan dapat membantu proses migrasi DNS kamu jadi lebih lancar. Jika ada pertanyaan atau butuh bantuan lebih lanjut, jangan ragu untuk menghubungi saya melalui komentar atau langsung chat. Selamat mencoba dan sukses dengan hosting barunya!
Membuat back to previous button di Elementor – ini adalah skrip yang bisa ditambahkan untuk bisa membuat tombol kembali ke halaman sebelumnya (back button) di elementor tanpa harus menekan tombol dari browser bawaan.
berikut ini adalah caranya:
Masuk ke tab Advanced di widget Button, terus isi kolom CSS ID pakai nama, misalnya: “go-back“.
Cari widget HTML di Elementor.
Tempelkan kode JavaScript berikut ke dalam widget HTML tadi.
Kerajinan dari Tali Agel – Kalau kamu pernah melihat tas anyaman dengan warna alami yang hangat, dekorasi rumah bernuansa etnik, atau bahkan wadah serbaguna dari serat alam yang cantik, bisa jadi kamu sedang melihat hasil kerajinan dari tali agel. Tapi, sebenarnya apa sih tali agel itu? Dan kenapa sekarang makin banyak orang yang tertarik dengan produk-produk ini? Yuk, kita ngobrol santai soal ini!
Apa Itu Tali Agel?
Tali agel adalah tali yang terbuat dari serat alami, biasanya berasal dari tanaman pohon gebang atau enau. Serat ini dikeringkan dan dipintal secara tradisional hingga menjadi tali yang kuat namun tetap lentur. Warnanya biasanya cokelat muda atau krem alami—memberikan kesan earthy dan natural yang cocok banget buat tren gaya hidup saat ini.
Di daerah seperti Bali, Lombok, dan beberapa wilayah di Jawa, tali agel sudah digunakan sejak lama. Dulunya, ia dipakai untuk kebutuhan rumah tangga atau upacara adat. Tapi sekarang? Tali agel naik kelas jadi bahan baku produk kerajinan yang nggak cuma fungsional, tapi juga estetik!
Fungsional Tapi Punya Jiwa: Peran dalam Kehidupan Sehari-hari
Salah satu daya tarik kerajinan dari tali agel adalah multifungsi-nya. Tas tangan, alas piring, keranjang, lampu gantung, bahkan gantungan pot tanaman—semuanya bisa dibuat dari bahan ini. Selain bentuknya unik, produk-produk ini juga tahan lama dan ringan.
Di tengah gempuran produk massal dari pabrik, produk berbahan tali agel memberikan alternatif yang lebih personal dan “bernapas”. Kita tahu siapa yang membuatnya, dari mana bahannya, dan sering kali, ceritanya juga ikut terbawa dalam produk tersebut.
Lebih dari Sekadar Barang: Nilai Sosial dan Budaya
Kerajinan tali agel bukan cuma soal barang jadi. Ada proses panjang di baliknya, mulai dari panen bahan, pengolahan serat, hingga proses merajut dan menganyam. Banyak pengrajin yang mewarisi keahlian ini secara turun-temurun.
Di beberapa desa, kerajinan ini menjadi mata pencaharian utama—terutama bagi para perempuan. Jadi, saat kamu membeli satu produk dari tali agel, kamu juga sedang berkontribusi pada ekonomi lokal dan pelestarian budaya.
Daya Tarik di Era Modern
Bisa dibilang, produk dari tali agel sedang menemukan momentumnya. Dengan meningkatnya kesadaran terhadap lingkungan dan keinginan untuk mendukung produk lokal, banyak orang (terutama anak muda) mulai melirik kerajinan seperti ini.
Nggak heran kalau sekarang kita bisa menemukan produk-produk dari tali agel di marketplace, pameran UMKM, bahkan sampai diekspor ke luar negeri. Desainnya juga makin kekinian, hasil kolaborasi antara pengrajin lokal dan desainer muda.
Mau Tahu Lebih Dalam?
Kalau kamu tertarik menggali lebih banyak soal kerajinan tali agel—baik dari sisi gaya hidup, budaya, potensi UMKM, sampai isu keberlanjutan—coba cek artikel-artikel pendukung berikut ini: